Jumat, 09 Januari 2026
Mengawali tahun 2026, berbagai institusi dan lembaga pendidikan tinggi di Indonesia melakukan refleksi sekaligus menyusun resolusi baru demi peningkatan kualitas dan daya saing. Momentum tersebut sejalan dengan terpilihnya Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU sebagai Ketua Umum Forum Rektor Indonesia (FRI) Periode 2026–2027, yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Bandung (UNISBA).
Terpilihnya Prof. Harits diharapkan membawa semangat baru bagi dunia pendidikan tinggi nasional. Harapan tersebut diterjemahkan dalam upaya memperkuat kualitas perguruan tinggi Indonesia agar mampu berkontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat serta mendukung terwujudnya Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut Prof. Harits, FRI di bawah kepemimpinannya memiliki empat tujuan utama, yaitu meningkatkan mutu perguruan tinggi, memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan, mendorong kemajuan pendidikan melalui penguatan akademik dan riset, serta menyiapkan pendidikan tinggi Indonesia dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Sejalan dengan hal tersebut, Rektor Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI), Prof. Dr. Dra. Francisca Sestri Goestjahjanti, M.M., menyampaikan harapan besarnya terhadap peran strategis FRI ke depan. Prof. Francisca, yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Komersial PT Mustika Ratu Tbk., menekankan pentingnya penerapan kolaborasi pentahelix, khususnya sinergi antara Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dengan dunia pendidikan.
“Dengan kiprah FRI yang semakin mantap, kolaborasi pentahelix harus benar-benar diterapkan secara berkesinambungan. Perhatian FRI sangat dibutuhkan agar Kurikulum Berbasis Outcome tidak hanya berorientasi pada capaian akreditasi semata, tetapi mampu menghasilkan lulusan yang relevan dan dibutuhkan dunia usaha, sehingga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ungkap Prof. Francisca kepada Indonews. Ia menambahkan bahwa tanpa keterkaitan nyata dengan kebutuhan industri, lulusan perguruan tinggi berpotensi menambah angka pengangguran terdidik.
Sementara itu, Prof. Sri Ayu Andayani, Wakil Rektor II Universitas Majalengka (UNMA), juga menyampaikan harapannya agar FRI dapat memperjuangkan kemajuan seluruh perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Menurutnya, kebersamaan antara perguruan tinggi yang telah besar maupun yang sedang berkembang menjadi kunci agar kolaborasi memberikan dampak nyata.
“FRI harus menjadi wadah perjuangan bersama bagi seluruh perguruan tinggi. Dengan kolaborasi yang inklusif, kemajuan pendidikan tinggi akan dirasakan secara merata,” ujar Prof. Sri Ayu saat berbincang dengan Ketua Umum FRI terpilih dalam sebuah forum seminar APTISI di Jakarta.
Dengan kepemimpinan baru FRI periode 2026–2027, para rektor berharap tercipta sinergi yang lebih kuat antarperguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri, demi mewujudkan pendidikan tinggi Indonesia yang unggul, relevan, dan berdaya saing global.
Informasi terbaru dari semua fakultas.
Mari, tunggu apa lagi, pendaftaran lebih awal akan mendapatkan potongan biaya kuliah. Jangan sia-siakan kesempatan emas ini. Mari bergabung dan raih sukses bersama kami.